<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sukur Nababan</title>
	<atom:link href="http://www.sukurnababan.com/feed/?nggpage=2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sukurnababan.com</link>
	<description>Bersama Rakyat Menuju Senayan</description>
	<pubDate>Mon, 11 May 2009 15:16:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Muka Baru Dominasi Caleg DPR Jabar</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2009/05/muka-baru-dominasi-caleg-dpr-jabar/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2009/05/muka-baru-dominasi-caleg-dpr-jabar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 14:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/2009/05/muka-baru-dominasi-caleg-dpr-jabar/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, (PR).-
Sejumlah wajah baru akan mendominasi 91 orang wakil Jawa Barat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2009-2014. Hal itu berdasarkan penghitungan suara masuk dari daerah-daerah yang sudah mencapai sekitar 85 persen. Sementara, suara tabulasi nasional belum banyak beranjak, hingga Selasa (14/4) baru masuk 6.086.626 suara nasional dan 1.025.135 suara Jabar.
Calon anggota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, (PR).-</p>
<p>Sejumlah wajah baru akan mendominasi 91 orang wakil Jawa Barat di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2009-2014. Hal itu berdasarkan penghitungan suara masuk dari daerah-daerah yang sudah mencapai sekitar 85 persen. Sementara, suara tabulasi nasional belum banyak beranjak, hingga Selasa (14/4) baru masuk 6.086.626 suara nasional dan 1.025.135 suara Jabar.</p>
<p>Calon anggota DPR RI dari Jabar yang lolos di antaranya dari daerah pemilihan (dapil) 1 Jabar yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi dengan jatah 7 kursi, diperkirakan akan diraih Partai Demokrat (3 kursi) dengan caleg Agung Budi Santoso, Daday Hudaya, dan Yetti Heryati. Sementara Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan masing-masing meraih satu kursi dengan caleg Suharna Surapranata, Popong Otje Djundjunan, dan Setia Permana. Satu kursi sisanya diperebutkan berdasarkan tahap ketiga penetapan kursi.</p>
<p><span id="more-72"></span></p>
<p>Di dapil 2 yang meliputi Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat dengan jatah 10 kursi, direbut Partai Demokrat 3 kursi atas nama caleg Adjeng Ratna Suminar, Roestanto Wahidi, dan Boedi Hendrarto. PDI Perjuangan diperkirakan meraih 2 kursi atas nama artis Rieke Diah Pitaloka dan<strong><span style="color: #ff0000;"> Taufik Kiemas</span></strong>. Partai Golkar menempatkan Agus Gumiwang Kartasasmita dan PKS diwakili Ma`mur Hasanuddin. Tiga kursi sisa diperebutkan berdasarkan tahap ketiga penetapan kursi.</p>
<p>Di dapil 5 yang meliputi Kab. Bogor, Partai Golkar berhasil menempatkan H. Abdullah Muchamad Ruslan yang kini Ketua DPRD Jabar. Sementara Partai Demokrat diwakili Max Sopacua dan Anton Sukartono Suratto, PDIP ditempati Helmi Fauzy, PKS oleh Tb. Soemandjaja, Partai Persatuan Pembangunan oleh Achmad Farial, dan Gerindra diwakili Widjono Harjanto. Dua kursi sisa masih diperebutkan.</p>
<p>Di dapil 6 yang meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok dengan jatah 6 kursi diraih Partai Demokrat atas nama Harry Witjaksono dan Parlindungan Hutabarat, PKS diwakili Mahfudz Abdurrahman, Partai Golkar oleh Zulkarnaen Djabar, PDIP oleh <strong><span style="color: #ff0000;">Sukur H. Nababan</span></strong>, dan satu kursi sisa diperebutkan.</p>
<p>Dapil 7 yang meliputi Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab. Bekasi dengan jatah 10 kursi diraih Partai Demokrat 2 kursi atas nama Saan Mustopa dan Hari Kartana. Partai Golkar diwakili artis Nurul Arifin dan Ade Komarudin yang kini anggota DPR RI. PDIP juga 2 kursi atas nama Basar Simanjuntak dan Rahdi Zakaria. PKS atas nama Arifinto dan Gerindra diwakili Putih Sari. Dua kursi sisa masih diperebutkan.</p>
<p>Di dapil 8 yang meliputi Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kota Cirebon dengan jatah 9 kursi diraih Partai Golkar 2 kursi atas nama Enggartiasto Lukita dan penyanyi Tetty Kadi Bawono, Partai Demokrat 2 kursi atas nama pelawak Nurul Qomar dan E. Herman Khaeron. Demikian juga PDIP diraih Yoseph Umar Hadi dan Sidarto Danusubroto, dan PKS diwakili Mahfudz Siddiq. Dua kursi sisa masih diperebutkan.</p>
<p>Di dapil 9 yang meliputi Kab. Majalengka, Kab. Sumedang, Kab. Subang dengan jatah 8 kursi direbut PDIP 2 kursi atas nama Maruarar Sirait dan Tb. Hasanuddin, Partai Demokrat oleh Yusyus Kuswandana, Partai Golkar diwakili Eldie Suwandie, PAN atas nama artis Primus Yustisio, PKS diwaili Nurhasan Zaidi, dan 2 kursi sisa diperebutkan.</p>
<p>Relatif berat</p>
<p>Caleg DPR RI dapil 1 Jabar dari Golkar, Happy Bone Zulkarnaen, mengakui pertarungan di dapil Jabar I (yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi) itu relatif berat. Alokasi kursi untuk Dapil Jabar I adalah tujuh kursi.</p>
<p>Happy mengakui suara Golkar dan partai-partai lainnya di dapil 1 Jabar tergerus sekitar 40 persen oleh Partai Demokrat. Padahal, tahun 2004 Golkar pun hanya mampu meraih satu kursi.</p>
<p>&#8220;Kita dengan tergerusnya suara Golkar, kami harus berjuang keras untuk mempertahankan itu. Kami masih memiliki peluang untuk bisa meraih satu kursi di dapil 1 Jabar, siapa pun yang jadi, kita berdoa Golkar masih bisa eksis di dapil 1,&#8221; kata anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009 ini .</p>
<p>Selain karena faktor figur Susilo Bambang Yudhoyono, Happy menilai, kemenangan Demokrat di berbagai dapil di Jabar itu karena mereka fokus pada sosialisasi pencontrengan pada nama partai. Sedangkan Golkar bertarung sesama caleg, dengan pencontrengan nama calegnya. &#8220;Ini berakibat pada terkurasnya sumber daya kita,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Sekjen Partai Hanura Yus Usman Sumanegara yang menjadi caleg DPR RI di dapil 5 Jabar (Kab. Bogor) mengakui faktor program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah merusak sosialisasi dan kampanye parpol yang telah dibangun sekian lama. Ia menilai program BLT yang dikucurkan berdekatan dengan waktu pemilu menguntungkan salah satu parpol tertentu.</p>
<p>&#8220;Kami sebagai parpol baru memang menargetkan satu dapil satu caleg yang lolos. Hingga saat ini, kami masih optimistis bisa meloloskan salah satu caleg,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dari perhitungan Yus, caleg bisa langsung melenggang ke Senayan melalui dapil 5 Jabar jika mampu meraup minimal 150.000 suara. Alokasi kursi dapil 5 adalah sembilan kursi.</p>
<p>&#8220;Saat ini, caleg Hanura ada di urutan tujuh. Kami optimistis bisa meraih satu kursi,&#8221; kata Yus yang menjadi caleg nomor urut pertama parpol Hanura di dapil 5 Jabar tersebut. (A-78/A-130/A-160)***</p>
<p><em>Sumber: Harian PIKIRAN RAKYAT, 15 APRIL 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2009/05/muka-baru-dominasi-caleg-dpr-jabar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukur Nababan, Pendidikan Adalah Kunci</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2009/03/sukur-nababan-pendidikan-adalah-kunci/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2009/03/sukur-nababan-pendidikan-adalah-kunci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 11:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[SUDAH sepantasnya seorang calon wakil rakyat memahami kehidupan dan aspirasi rakyatnya. Bukan hanya dengan slogan atau kalimat tebar janji yang terpampang di spanduk atau baliho yang marak bertebaran di sepanjang jalan sampai ke gang-gang sempit, tetapi harus dengan tindakan dan perbuatan yang nyata. Menyambangi dan bersentuhan langsung, serta mendengar keluh kesah rakyat. &#8220;Saya menikmati aktivitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUDAH sepantasnya seorang calon wakil rakyat memahami kehidupan dan aspirasi rakyatnya. Bukan hanya dengan slogan atau kalimat tebar janji yang terpampang di spanduk atau baliho yang marak bertebaran di sepanjang jalan sampai ke gang-gang sempit, tetapi harus dengan tindakan dan perbuatan yang nyata. Menyambangi dan bersentuhan langsung, serta mendengar keluh kesah rakyat. &#8220;Saya menikmati aktivitas baru saya, bertatap muka dengan ratusan orang, menampung cerita duka dan harapan mereka,&#8221; ujar Sukur Nababan, Calon Anggota Legislatif DPR RI, dari PDI Perjuangan nomor urut 2, Daerah Pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok.</p>
<p>Saat ini, aktivitas keseharian Sukur berubah drastis. Dalam satu hari, Sukur harus menyediakan waktunya untuk mendatangi 4-6 undangan dari warga Kota Bekasi dan Kota Depok yang ingin bertatap muka dengannya. Keluar rumah pagi hari, pulang larut malam adalah bentuk pengabdian yang harus dilakoni oleh Sukur. Dalam perjalanannya keliling Kota Bekasi dan Depok, ia mendapati sebuah kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesusahan, terutama dalam mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak dan bermutu. &#8220;Negara wajib memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, dan itu yang akan saya perjuangkan,&#8221; tutur pria kelahiran Sumatra Utara, 14 Oktober 1968.</p>
<p>Sukur paham betul arti pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Ayahnya seorang guru yang hidupnya dihabiskan mendidik dan mendirikan sekolah bagi masyarakat di Tapanuli, Sumatra Utara. Sukur kecil hidup dan dibesarkan dalam keterbatasan ekonomi.</p>
<p>Masa kecilnya dilalui dengan kerja keras dan perjuangan. Perjalanan masa kecil itulah yang telah menempa Sukur memiliki mental sekuat baja.</p>
<p>&#8220;Negara ini bisa berubah lebih baik, jika masyarakatnya cerdas dan sehat,&#8221; tutur alumnus Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara tersebut.</p>
<p>Bagi Sukur Nababan, menjadi caleg bukanlah untuk mengejar kepentingan pribadi. Kehidupan ekonominya sudah mapan yang bisa menjadi benteng dari godaan korupsi. Sukur hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi kepada rakyat. &#8220;Saya ingin berbuat lebih banyak lagi, itulah yang membuat saya terjun ke dunia politik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Rakyat seharusnya difasilitasi dengan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menurut Sukur, semua persoalan terletak pada mentalitas rakyat dan sistem pengelolaan negara yang menerapkan sistem dagang. Sukur memahami betul bahwa pemerintahan dan DPR ke depan harus menjadi lembaga yang selaras dalam memikirkan dan memberikan solusi bagi kehidupan rakyatnya. Sukur sadar bahwa melakukan perubahan kehidupan rakyat akan sangat sulit jika dirinya berada di luar sistem kekuasaan. Untuk itulah dia melangkah ke Senayan, untuk menjadi penyambung lidah rakyat dan pembela kaum lemah dan terpinggirkan melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).</p>
<p>&#8220;Saat ini saya bukan siapa-siapa, sehingga suara saya tidak akan terdengar. Tetapi jika saya terpilih nanti, saya bisa berteriak lebih kencang untuk menyuarakan aspirasi rakyat,&#8221; ujar Sukur bersemangat. (JU-16)***</p>
<p><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=59298">Sumber: Harian Pikiran Rakyat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2009/03/sukur-nababan-pendidikan-adalah-kunci/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Calon Pemimpin Harus Kuat Secara Ekonomi</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2009/02/calon-pemimpin-harus-kuat-secara-ekonomi/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2009/02/calon-pemimpin-harus-kuat-secara-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 17:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Depok (Bali Post) Calon legislatif (caleg) DPR-RI untuk daerah pemilihan Bekasi dan Depok dari PDI-P Sukur Nababan menegaskan, seorang calon pemimpin seharusnya mempunyai posisi yang kuat secara ekonomi. “Ini untuk menghindari korupsi yang dilakukan jika terpilih menjadi seorang pemimpin,” kata Sukur Nababan, di Depok, Senin (22/9). 
Ia mengatakan, selain kuat secara ekonomi, dia juga harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok (Bali Post)</strong> Calon legislatif (caleg) DPR-RI untuk daerah pemilihan Bekasi dan Depok dari PDI-P Sukur Nababan menegaskan, seorang calon pemimpin seharusnya mempunyai posisi yang kuat secara ekonomi. “Ini untuk menghindari korupsi yang dilakukan jika terpilih menjadi seorang pemimpin,” kata Sukur Nababan, di Depok, Senin (22/9). <span id="more-54"></span></p>
<p>Ia mengatakan, selain kuat secara ekonomi, dia juga harus mempunyai modal sosial yang baik sehingga bisa memahami kebangsaan dan keanekaragaman suku bangsa. Hal yang tidak kalah pentingnya, menurut Sukur, mempunyai pemahaman politik yang baik. “Politisi harus mempunyai etika, tidak memecah belah sesama anak bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, seorang pemimpin harus mempunyai semangat dan integritas yang kuat dalam memimpin bangsa ke depan. Sukur juga menilai kinerja pemerintah yang saat ini berkuasa, ada kesalahan dalam menerapkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang membuat rakyat menjadi malas dan menciptakan lahan korupsi yang baru.</p>
<p>“Ini merupakan bentuk penyogokan baru terhadap rakyat agar diam,” katanya dan menambahkan, seharusnya pemerintah menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat, bukan membagi-bagikan uang seperti itu. “Berikan juga pelatihan keterampilan yang berguna bagi rakyat agar dapat bekerja dan mandiri,” ujarnya. Menurutnya, permasalahan bangsa yang dihadapi Indonesia sangat kompleks sehingga diperlukan kerja keras dalam memimpin.</p>
<p>Mengenai peluangnya terpilih menjadi anggota Dewan periode 2009-2014, Sukur mengatakan sangat optimis bisa terpilih, karena mempunyai program yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. “Saya telah masuk ke rumah-rumah warga untuk menyerap aspirasi mereka,” katanya, sambil menegaskan bahwa dirinya tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk duduk menjadi caleg nomor 2 untuk Dapil Jabar VI (Bekasi dan Depok). (ant)</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline;"><strong>Sumber:</strong></span> Bali POST, 24 September 2008</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2009/02/calon-pemimpin-harus-kuat-secara-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukur Nababan: Berjuang Untuk Rakyat</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2009/02/sukur-nababan-berjuang-untuk-rakyat/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2009/02/sukur-nababan-berjuang-untuk-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 15:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[POLITIK bagi seorang Sukur Nababan hanyalah sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat. Karena baginya politik bukan sebagai tujuan hidup apalagi untuk mengejar kepentingan pribadinya. Panggilan nuranilah yang membuat Sukur semakin yakin untuk menghabiskan waktunya untuk perbaikan kehidupan rakyat, disamping menjalani bisnisnya yang telah mapan, sekaligus juga telah membantu jutaan orang memiliki motivasi hidup dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>POLITIK bagi seorang Sukur Nababan hanyalah sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada rakyat. Karena baginya politik bukan sebagai tujuan hidup apalagi untuk mengejar kepentingan pribadinya. Panggilan nuranilah yang membuat Sukur semakin yakin untuk menghabiskan waktunya untuk perbaikan kehidupan rakyat, disamping menjalani bisnisnya yang telah mapan, sekaligus juga telah membantu jutaan orang memiliki motivasi hidup dan kehidupan yang lebih baik.<br />
<span id="more-42"></span><br />
Bagi kalangan bisnis dan politisi khususnya kota Bekasi dan Depok. Sukur bukanlah orang baru. Kesuksesan dunia bisnisnya telah dikenal. Walau dunia politik baginya hal baru, namun perkembangan politik tidak pernah luput dari pengamatannya. Di Kota Bekasi, Sukur dikenal sebagai salah seorang tokoh kunci dibalik kesuksesan terpilihnya <strong>Mochtar Muhamad</strong> dan <strong>Rahmat Efendi</strong> (MURAH – M2R) menjadi Wali kota dan Wakil Walikota Bekasi.</p>
<p>Tangan dingin kesuksesan dalam bisnis dan dalam menyukseskan M2R, telah memikat jajaran petinggi PDIP untuk menjadikan Sukur salah seorang yang tepat untuk mewakili rakyat di Senayan dari Kotamadya Bekasi dan Kotamadya Depok. Gayung bersambut, Sukur melihat ada keselarasan antara konsep pribadinya dengan konsep perjuangan PDI Perjuangan.</p>
<p>“Nasionalisme yang dibangun founding father Soekarno, sangat eksis diperjuangkan PDI Perjuangan, apalagi Megawati selain sebagai anak kandung Soekarno, juga memiliki karisma dan perjuangan yang telah terbukti, serta peduli terhadap nasib rakyat” tegas Sukur.</p>
<p>Dalam pandangan Sukur, nasionalisme yang kuat akan menjadikan bangsa Indonesia dihargai oleh Negara-negara lain. Dalam dunia bisnis yang digelutinya pun, telah menunjukkan bahwa kesatuan pebisnis Indonesia bisa menggoyang dunia bisnis regional maupun internasional. “Cuma sayang, rasa nasionalisme itu hampir luntur dalam semangat bangsa Indonesia, baik pengusaha apalagi kaum muda, serta kehidupan rakyat yang semakin sulit, itulah yang membawa semangat saya masuk PDI Perjuangan” tutur Sukur.</p>
<p>Merawat nasionalisme dan memperjuangkan hak kaum lemah terpinggirkan, memantapkan langkahnya ke ranah politik. Nasionalisme bagi Sukur berfungsi untuk menjaga keutuhan bangsa yang multietnik. Nasionalisme Indonesia lahir akibat kesamaan nasib dan tujuan perjuangan kaum tertindas di bawah bayang-bayang penjajahan. Nasionalisme menurut Sukur, terbukti menjadi energi yang menggerakkan perlawanan anak-anak bangsa, mulai dari Sumpah Pemuda sampai Proklamasi 1945.</p>
<p>Kebersatuan atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus ditanamkan dalam jiwa bangsa Indonesia. Negara Indonesia adalah milik anak bangsa yang terdiri berbagai etnis dan agama. Indonesia bukan hanya milik orang-orang Islam, Kristen, Hindu atau Budha. Bukan juga Jawa, Sunda, Betawi, Batak, Madura, atau Dayak. Tapi Indonesia adalah dari Sabang sampai Merauke, berlandaskan falsafah persatuan dan kesatuan. NKRI dan Pancasila adalah harga mati, untuk itulah Sukur memilih bergabung dengan Partai yang sangat konsen dengan perjuangan founding father, yakni PDI Perjuangan.</p>
<p>Berpolitik bagi Sukur merupakan bentuk pengabdian kepada rakyat. Apalagi perjalanannya ke berbagai wilayah dalam rangka bisnis maupun sosial ke seluruh nusantara telah menggugah rasa kepeduliannya untuk berbagi kepada sesama.</p>
<p>Dari pengamatannya selama keliling ke seluruh nusantara membuatnya terharu, tatkala melihat banyak rakyat Indonesia yang masih hidup dalam keterbatasan, keterbelakangan dan kemiskinan. Padahal negeri ini dikaruniai kekayaan alam yang melimpah ruah, di bumi dan lautan. Tapi, rakyat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan dan ketertinggalan. “Laskar Pelangi” adalah salah satu potret nyata yang saya rasakan saat saya berkunjung ke daerah-daerah” tutur Sukur.</p>
<p>Pilihan berpolitik inilah yang membuatnya, untuk ikut menjadi penyumbang baik dalam fikiran maupun konsep nyata membangun bangsa dari kemiskinan dan ketertinggalan. Baginya, Indonesia ke depan sudah bukan lagi negara pengimpor beras, Sumber Daya Alam (SDA)nya berupa minyak dan gas sudah tidak lagi dikapling-kapling oleh perusahaan Multinasional. Dan seharusnya rakyat Indonesia sudah bukan lagi rakyat yang hanya antri menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) ataupun diciptakan jadi masyarakat invalid (pengemis), harusnya rakyat difasilitasi dengan kemudahan-kemudahan untuk mendorong mencari kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Menurut Sukur, semua persoalan terletak pada mentalitas rakyat dan sistem pengelolaan Negara yang menerapkan sistem dagang. Sukur memahami betul, bahwa pemerintahan dan DPR ke depan harus menjadi lembaga yang selaras dalam memikirkan dan memberikan solusi bagi kehidupan rakyatnya. Sukur sadar bahwa melakukan perubahan kehidupan rakyat akan sangat sulit jika dirinya berada di luar sistem kekuasaan. Untuk itulah dia melangkah ke Senayan, untuk menjadi penyambung lidah rakyat dan pembela kaum lemah dan terpinggirkan.</p>
<p>Komitmen, adalah prinsip dalam hidupnya yang selalu dipegang teguh oleh Sukur Nababan. Komitmen pula yang telah menjadi salah satu modal kesuksesan bisnisnya. Karenanya Sukur akan menerapkan dalam berpolitik juga komitmen yang tangguh, yakni komitmen yang bukan hanya hanya terkait dengan perjuangan PDIP, tetapi yang lebih penting adalah Komitmen terhadap amanah seluruh rakyat Kota Bekasi dan Kota Depok yang telah bersama-sama berjuang demi kesuksesan rakyat. Karena kemenangan Sukur melangkah duduk di Senayan, adalah kemenangan rakyat khususnya warga Kota Bekasi dan Kota Depok.</p>
<p>Sukur berikhtiar, jika nanti terpilih, ia akan memprioritaskan;</p>
<p><strong>1) Menolak Kenaikan Harga BBM dan Gas</strong>, dimana harga BBM dan Gas saat ini terlalu mahal dan mencekik kehidupan rakyat, hal itu dapat disiasati dengan pembenahan regulasi dan transparansi terhadap pengelolaan SDA, serta memberikan kesempatan kepada perusahaan dalam negeri. Distribusi BBM dan Gas akan diawasi secara ketat sehingga menjamin akses masyarakat untuk dapat memperolehnya secara mudah dan murah.</p>
<p><strong>2) Ekonomi Pro Rakyat</strong>, adalah pembenahan sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat, seperti mengembalikan kebijakan swasembada beras, subsidi benih dan pupuk untuk para petani, larangan import gula, mestabilkan harga kebutuhan pokok, sistem perdagangan yang berpihak kepada pengusaha kecil menengah dan pemberian bantuan permodalan serta pembinaan yang intensif kepada Usaha Kecil Menengah.</p>
<p><strong>3) Pelatihan Tenaga Kerja</strong>, dimaknai untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bersaing dalam dunia kerja. Program ini akan didukung dengan membangun Balai Latihan Kerja (BLK), yang disesuikan dengan kebutuhan perusahaan dan dunia kerja. Selain itu BLK ini nantinya juga akan memberikan pengetahuan kewirausahaan yang diselaraskan dengan minat dan bakat. Sehingga fungsi BLK bukan hanya mensuplai tenaga kerja siap pakai tapi juga menciptakan wirausahawan mandiri yang bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Bekasi dan Kota Depok.</p>
<p><strong>4) Pendidikan Gratis hingga SMA</strong>, akan diupayakan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai elemen utama pembangunan karena hanya dengab pendidikanlah, rakyat lebih cepat bangkit.</p>
<p><strong>5) Kesehatan Gratis Berkualitas</strong>, bukan saja diupayakan untuk pemenuhan hak dasar warga Negara, tapi juga bisa memberikan pelayanan yang prima dan maksimal, sehingga kelak tidak ada lagi warga, khususnya masyarakat Kota Bekasi - Kota Depok yang sakit terlantar akibat tidak bisa berobat.</p>
<p><strong>6) Perbaikan dan Penataan Infrastruktur</strong> dapat mempercepat akses transportasi yang akan menjadi daya dukung peningkatan ekonomi secara makro.</p>
<p><strong>7) Mencegah Krisis Lingkungan Hidup</strong>, seperti pemanasan global, hutan gundul, pencemaran air, tanah dan udara yang menyebabkan banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, pencemaran, saat ini sudah menjadi ancaman yang kerap mensengsarakan masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan membuat regulasi yang sesuai dan tepat sasaran.</p>
<p>Secuil pemikiran di atas adalah komitmen dan kesungguhan Sukur Nababan untuk mengabdi terhadap rakyat. Karenya hanya dengan dukungan dan doa seluruh warga Kota Bekasi dan Kota Depok, semua komitmen itu akan terwujud. (AND)</p>
<p><em><strong>Sumber:</strong> http://bekasiku.blogspot.com/2008/12/sukur-nababan-berjuang-untuk-rakyat.html</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2009/02/sukur-nababan-berjuang-untuk-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Tepi Kali Malang Bangun Peradaban</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2008/12/dari-tepi-kali-malang-bangun-peradaban/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2008/12/dari-tepi-kali-malang-bangun-peradaban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 05:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya tidak pernah tahu apa itu Politik. Sepanjang hidup saya habiskan untuk bekerja dan membangun imperium bisnis. Dulu saya beranggapan bahwa politik adalah sesuatu yang penuh dengan kecurangan dan tidak mengenal belas kasihan. Tapi semuanya berubah, ketika saya mulai menyadari ketika saya sering berkunjung ke daerah pelosok-pelosok Nusantara, di ceruk-ceruknya saya jumpai kenyataan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sukurnababan.com/wp-content/uploads/2008/12/nbbpdi.jpg"><img class="size-medium wp-image-24 alignright" title="nbbpdi" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/uploads/2008/12/nbbpdi-216x300.jpg" alt="" width="216" height="300" /></a>Sebelumnya saya tidak pernah tahu apa itu Politik. Sepanjang hidup saya habiskan untuk bekerja dan membangun imperium bisnis. Dulu saya beranggapan bahwa politik adalah sesuatu yang penuh dengan kecurangan dan tidak mengenal belas kasihan. Tapi semuanya berubah, ketika saya mulai menyadari ketika saya sering berkunjung ke daerah pelosok-pelosok Nusantara, di ceruk-ceruknya saya jumpai kenyataan yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Sekumpulan Manusia yang hidup jauh dari jangkauan kesejahteraan. Disisi lain, idelogi sebuah kelompok seakan menghalalkan penindasan dan penistaan kelompok lainnya. Aku terpana dengan segala carut marut wajah negeriku. Yang lebih mengiris hati, saya ternyata abai dengan kondisi dimana tempat saya tinggal, Kota Bekasi.</p>
<p>Pilkada Kota Bekasi 2008, adalah titik dimana saya mulai bersentuhan dengan ranah politik. Adalah seorang calon Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, menawarkan sebuah konsep politik kekuasaan yang berlandasan pada falsafah memperjuangkan nasib rakyatnya. Bahwa kebutuhan mendasar bagi masyarakat Kota Bekasi adalah aspek pendidikan dan kesehatan. Mochtar menawarkan Pendidikan dan Kesehatan pendidikan gratis manakala ia terpilih kelak. Saya juga dibuat terpana dengan ide tentang rumusan Bhineka Tunggal Ika yang dengan menjadikan Bekasi sebagai miniaturnya. Keberagaman harus dijaga, perbedaan mesti dirawat untuk menjadi modal dasar membangun negeri, setidaknya dimulai dari Kota Bekasi.Dan bersama-sama kami berjuang untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi, Puji Tuhan Mochtar terpilih menjadi Walikota Bekasi periode 2008-2013.</p>
<p>Semenjak itu, persentuhan saya dengan Mochtar semakin intens.Dari situ saya mulai memahami aspek perjuangan politik memiliki peran yang sangat signifikan untuk merubah sistem keindonesiaan menuju masyarakat yang dicita-citakan. Gayung bersambut, Mochtar seolah membaca perubahan cara pandang saya terhadap politik, dan menawarkan sebuah ruang perjuangan untuk saya geluti, yaitu menjadi calon anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok. Setelah saya renungi dan mempertimbangkan matang-matang untung ruginya. Juga membicarakannya dengan istri dan keluarga besar saya, berdiskusi dengan teman-teman dekat. Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran Mochtar.</p>
<p>Saya memaknai politik bukan tujuan untuk memenuhi hasrat pribadi saya pribadi. Toh, semua sudah saya miliki. Tapi bagi saya politik adalah alat, yang dapat menggerakkan, menghimpun dan mengarahkan kekuatan rakyat ke arah cita-cita besar bersama. Meskipun saya paham betul, bahwa perjuangan itu memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Namun saya sudah membulatkan tekad untuk bertarung dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemenangan, bukan kemenangan saya, tapi kemenangan seluruh rakyar Kota Bekasi dan Depok.</p>
<p>Saya mulai mengumpulkan teman-teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Kami bertemu, berkumpul, merumuskan sebuah strategi gerakan suksesi. Kemudian kami menyepakati Ruko Sun City Bekasi sebagai dapur gerakan, tempat dimana semua ide diramu dan dimasak. Kami mulai dari Kali Malang Untuk Membangun Peradaban. Salam.</p><div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-1"><div id="ngg-image-22" class="ngg-gallery-thumbnail-box ">
	<div class="ngg-gallery-thumbnail"  >
	<a id="thumb22" href="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/img00096_resize.jpg" title="" class="thickbox" rel="mni" ><img title="img00096_resize.jpg" alt="img00096_resize.jpg" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/thumbs/thumbs_img00096_resize.jpg" style="width:100px; height:75px;" /></a>
</div>
</div>
<div id="ngg-image-23" class="ngg-gallery-thumbnail-box ">
	<div class="ngg-gallery-thumbnail"  >
	<a id="thumb23" href="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/img00095_resize.jpg" title="" class="thickbox" rel="mni" ><img title="img00095_resize.jpg" alt="img00095_resize.jpg" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/thumbs/thumbs_img00095_resize.jpg" style="width:100px; height:75px;" /></a>
</div>
</div>
<div id="ngg-image-24" class="ngg-gallery-thumbnail-box ">
	<div class="ngg-gallery-thumbnail"  >
	<a id="thumb24" href="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/img00093_resize.jpg" title="" class="thickbox" rel="mni" ><img title="img00093_resize.jpg" alt="img00093_resize.jpg" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/thumbs/thumbs_img00093_resize.jpg" style="width:100px; height:75px;" /></a>
</div>
</div>
<div id="ngg-image-25" class="ngg-gallery-thumbnail-box ">
	<div class="ngg-gallery-thumbnail"  >
	<a id="thumb25" href="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/img00090_resize.jpg" title="" class="thickbox" rel="mni" ><img title="img00090_resize.jpg" alt="img00090_resize.jpg" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/thumbs/thumbs_img00090_resize.jpg" style="width:100px; height:75px;" /></a>
</div>
</div>
</div>
<div class='ngg-navigation'><a class="prev" href="/feed/">&#9668;</a><a class="page-numbers" href="/feed/">1</a><span>2</span></div><a href="javascript:toggleStartStop();PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.sukurnababan.com/2008/12/dari-tepi-kali-malang-bangun-peradaban/feed/mrss/'});">Start Slide Show with PicLens Lite <img class="no-mrss" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/plugins/wp-piclens-plus/PicLensButton.png" alt="PicLens" width="16" height="12" border="0" align="top"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2008/12/dari-tepi-kali-malang-bangun-peradaban/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PDIP Beri Bantuan Korban Longsor Cianjur</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2008/11/pdip-beri-bantuan-korban-longsor-cianjur/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2008/11/pdip-beri-bantuan-korban-longsor-cianjur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 14:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[Bakti Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Metrotvnews.com, Cianjur: Partai PDI Perjuangan (PDIP) melalui anggota dan fungsionarisnya melakukan aksi simpatik dengan memberi bantuan pada korban bencana longsor di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para fungsianaris ini datang dari jauh, yakni Kotamadya Bekasi dan daerah Depok, Jawa Barat. Mereka langsung menuju Desa Girimukti Campaka dan Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Cianjur.


Mereka tidak hanya sekadar berbelasungkawa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Metrotvnews.com</strong>, Cianjur: Partai PDI Perjuangan (PDIP) melalui anggota dan fungsionarisnya melakukan aksi simpatik dengan memberi bantuan pada korban bencana longsor di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Para fungsianaris ini datang dari jauh, yakni Kotamadya Bekasi dan daerah Depok, Jawa Barat. Mereka langsung menuju Desa Girimukti Campaka dan Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Cianjur.</p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<div style="float:left;margin-left:5px;margin-top:0px;margin-right:10px;"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/r9C0wtKrJm4&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/r9C0wtKrJm4&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></div>
<p>Mereka tidak hanya sekadar berbelasungkawa, tapi juga memberikan bantuan berupa makanan, mie instan, beras, pakaian layak pakai, seperti pakaian orang dewasa dan balita, serta kebutuhan bahan bakar untuk memasak, seperti minyak tanah. &#8220;Mudah-mudahan saudara-saudara kita sedikit terbantu,&#8221; kata anggota dan calon legislatif dari PDI Perjuangan Sukur Nababan.</p>
<p>Bantuan diserahkan di lokasi pengungsi yang di SMP Negeri III Cibokor, Cibeber, Cianjur. Di lokasi ini ada sekitar 1.700 pengungsi. Selain memberikan bantuan terhadap para pengungsi, para pengurus PDI Perjuangan ini juga melakukan dialog atau tukar pikiran untuk memberikan dukungan atau dorongan secara psikis guna meringankan beban mental para pengungsi.(DOR)</p>
<p><em><strong>MetroTV </strong>Election Channel / Nusantara / Kamis, 27 November 2008 14:52 WIB</em></p>
<p><em>Sumber: http://www.metrotvnews.com/main.php?metro=berita&amp;id=71597<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2008/11/pdip-beri-bantuan-korban-longsor-cianjur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukur Nababan, Penyebar Semangat</title>
		<link>http://www.sukurnababan.com/2008/11/sukur-nababan-penyebar-semangat/</link>
		<comments>http://www.sukurnababan.com/2008/11/sukur-nababan-penyebar-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 05:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newsfeed</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukurnababan.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[NAMANYA tiba-tiba mencuat dalam kehidupan politik Kota Bekasi pascapilkada. Namun, sangat sedikit orang yang tahu siapa Sukur Nababan sebenarnya. Ia hanya dikenal sebagai Manajer Persipasi Kota Bekasi. Padahal, dialah salah seorang tokoh kunci di balik kemenangan Mochtar Mohamad-Rahmat Efendi. Sukur adalah konseptor Konser Tapal Batas yang sempat menghebohkan kota gabus itu.
Sukur Nababan adalah profil yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 5px 10px;" title="Sukur Nababan, Penyebar Semangat" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/gallery/mni/nababan.jpg" alt="" width="250" height="309" />NAMANYA tiba-tiba mencuat dalam kehidupan politik Kota Bekasi pascapilkada. Namun, sangat sedikit orang yang tahu siapa Sukur Nababan sebenarnya. Ia hanya dikenal sebagai Manajer Persipasi Kota Bekasi. Padahal, dialah salah seorang tokoh kunci di balik kemenangan Mochtar Mohamad-Rahmat Efendi. Sukur adalah konseptor Konser Tapal Batas yang sempat menghebohkan kota gabus itu.</p>
<p>Sukur Nababan adalah profil yang rendah hati, selalu merunduk, dan tidak mau membuka diri kepada publik. Setiap kali ditanya apa pekerjaannya, ia hanya menjawab, main dan jalan-jalan. Itu juga yang membuat Mochtar Mohamad sempat bingung ketika berkenalan dengan Sukur, pertengahan November 2007.</p>
<p>“Pekerjaan saya adalah memberi semangat untuk sukses kepada orang lain,” kata Sukur sambil tersenyum. Sukses, sebuah kata sederhana, namun didambakan semua orang agar terwujud dalam kehidupan nyata. Banyak orang bersyukur bila berhadapan dengan Sukur. Ia adalah motivator ulung, tak pernah mematahkan harapan orang lain.<br />
<span id="more-6"></span></p>
<div style="float:left;margin-left:5px;margin-top:0px;margin-right:10px;"><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/T1Z8magY1Gc&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/T1Z8magY1Gc&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
<p>“Setiap orang dilahirkan untuk sukses, masalahnya adalah seberapa siap Anda untuk menjadi orang sukses,” katanya. Ia selalu mengatakan itu dengan dengan intonasi tepat, tatapan tajam, dan gerak tubuh yang ekspresif. Kalimat dan ekpresinya seolah menjadi mantra mujarab untuk membangkitkan semangat lawan bicaranya. Ribuan hati orang telah tergerak untuk mengubah nasib setelah mendengarkan Sukur bicara.</p>
<p>Dia menjelaskan, ada 3 parameter kesuksesan, yaitu kemandirian ekonomi, kesehatan, dan dicintai oleh orang lain. Orang sukses, menurut Sukur, selalu menggunakan akalnya untuk mencari solusi atas beragam permasalahan dan kemudian mengerjakannya. Sementara orang gagal, selalu menjadikan masalah sebagai alasan untuk lari terbirit-birit.</p>
<p>“Tapi yang terpenting adalah seberapa berarti hidup Anda bagi orang-orang yang Anda cintai,” kata pria kelahiran 14 Oktober 1968 ini.</p>
<p>Kunci untuk menjadi orang yang dicintai adalah pengabdian yang tulus. Sukur berkisah, semangat pengabdian yang ia miliki tidak lepas dari pengaruh keluarganya. Orang tuanya yang berasal dari Sumatra Utara adalah seorang guru yang sempat mengenyam pendidikan di Sumatera Barat, tempat Sukur dilahirkan. Masa kecilnya dihabiskan berpindah-pindah, mengikuti sang ayah yang keluar-masuk hutan di pedalaman Tapanuli untuk mendirikan sekolah. Sukur sendiri mengaku tidak ingat berapa banyak sekolah yang telah didirikan oleh ayahnya, namun yang pasti bekas murid sang ayah kini banyak yang menjadi orang.</p>
<p>Beres kuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sumatra Utara (USU), Sukur bekerja berpindah-pindah. Ini adalah bagian dari strategi untuk menambah pengetahuan dan memperluas jaringan kerjanya. Namun setelah bekerja menjadi “orang gajian” selama 13 tahun, ia merasa tidak dapat berkembang secara maksimal. Akhirnya, Sukur memutuskan untuk berwirausaha meskipun sempat terseok-seok pada permulaannya. Pilihannya tepat, dalam kurun lima tahun ia menjadi pengusaha sukses sekaligus motivator yang kerap diundang ke berbagai daerah untuk menyebarkan semangat. (JU-16) ***</p>
<p>*Dari Harian PIKIRAN RAKYAT:</p>
<p>http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=17936</p>
<a href="javascript:toggleStartStop();PicLensLite.start({feedUrl:'http://www.sukurnababan.com/2008/11/sukur-nababan-penyebar-semangat/feed/mrss/'});">Start Slide Show with PicLens Lite <img class="no-mrss" src="http://www.sukurnababan.com/wp-content/plugins/wp-piclens-plus/PicLensButton.png" alt="PicLens" width="16" height="12" border="0" align="top"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukurnababan.com/2008/11/sukur-nababan-penyebar-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
