Langgan Artikel Langgan Komentar

Sukur Nababan

Bersama Rakyat Menuju Senayan

Archive for the ‘Artikel’ Category

Sukur Nababan, Pendidikan Adalah Kunci

Posted by newsfeed On March - 17 - 2009

SUDAH sepantasnya seorang calon wakil rakyat memahami kehidupan dan aspirasi rakyatnya. Bukan hanya dengan slogan atau kalimat tebar janji yang terpampang di spanduk atau baliho yang marak bertebaran di sepanjang jalan sampai ke gang-gang sempit, tetapi harus dengan tindakan dan perbuatan yang nyata. Menyambangi dan bersentuhan langsung, serta mendengar keluh kesah rakyat. “Saya menikmati aktivitas baru saya, bertatap muka dengan ratusan orang, menampung cerita duka dan harapan mereka,” ujar Sukur Nababan, Calon Anggota Legislatif DPR RI, dari PDI Perjuangan nomor urut 2, Daerah Pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok.

Saat ini, aktivitas keseharian Sukur berubah drastis. Dalam satu hari, Sukur harus menyediakan waktunya untuk mendatangi 4-6 undangan dari warga Kota Bekasi dan Kota Depok yang ingin bertatap muka dengannya. Keluar rumah pagi hari, pulang larut malam adalah bentuk pengabdian yang harus dilakoni oleh Sukur. Dalam perjalanannya keliling Kota Bekasi dan Depok, ia mendapati sebuah kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang hidup dalam kesusahan, terutama dalam mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang layak dan bermutu. “Negara wajib memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, dan itu yang akan saya perjuangkan,” tutur pria kelahiran Sumatra Utara, 14 Oktober 1968.

Sukur paham betul arti pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Ayahnya seorang guru yang hidupnya dihabiskan mendidik dan mendirikan sekolah bagi masyarakat di Tapanuli, Sumatra Utara. Sukur kecil hidup dan dibesarkan dalam keterbatasan ekonomi.

Masa kecilnya dilalui dengan kerja keras dan perjuangan. Perjalanan masa kecil itulah yang telah menempa Sukur memiliki mental sekuat baja.

“Negara ini bisa berubah lebih baik, jika masyarakatnya cerdas dan sehat,” tutur alumnus Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara tersebut.

Bagi Sukur Nababan, menjadi caleg bukanlah untuk mengejar kepentingan pribadi. Kehidupan ekonominya sudah mapan yang bisa menjadi benteng dari godaan korupsi. Sukur hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi kepada rakyat. “Saya ingin berbuat lebih banyak lagi, itulah yang membuat saya terjun ke dunia politik,” tambahnya.

Rakyat seharusnya difasilitasi dengan kemudahan-kemudahan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Menurut Sukur, semua persoalan terletak pada mentalitas rakyat dan sistem pengelolaan negara yang menerapkan sistem dagang. Sukur memahami betul bahwa pemerintahan dan DPR ke depan harus menjadi lembaga yang selaras dalam memikirkan dan memberikan solusi bagi kehidupan rakyatnya. Sukur sadar bahwa melakukan perubahan kehidupan rakyat akan sangat sulit jika dirinya berada di luar sistem kekuasaan. Untuk itulah dia melangkah ke Senayan, untuk menjadi penyambung lidah rakyat dan pembela kaum lemah dan terpinggirkan melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saat ini saya bukan siapa-siapa, sehingga suara saya tidak akan terdengar. Tetapi jika saya terpilih nanti, saya bisa berteriak lebih kencang untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” ujar Sukur bersemangat. (JU-16)***

Sumber: Harian Pikiran Rakyat

Calon Pemimpin Harus Kuat Secara Ekonomi

Posted by newsfeed On February - 2 - 2009

Depok (Bali Post) Calon legislatif (caleg) DPR-RI untuk daerah pemilihan Bekasi dan Depok dari PDI-P Sukur Nababan menegaskan, seorang calon pemimpin seharusnya mempunyai posisi yang kuat secara ekonomi. “Ini untuk menghindari korupsi yang dilakukan jika terpilih menjadi seorang pemimpin,” kata Sukur Nababan, di Depok, Senin (22/9). Read the rest of this entry »

Dari Tepi Kali Malang Bangun Peradaban

Posted by newsfeed On December - 3 - 2008

Sebelumnya saya tidak pernah tahu apa itu Politik. Sepanjang hidup saya habiskan untuk bekerja dan membangun imperium bisnis. Dulu saya beranggapan bahwa politik adalah sesuatu yang penuh dengan kecurangan dan tidak mengenal belas kasihan. Tapi semuanya berubah, ketika saya mulai menyadari ketika saya sering berkunjung ke daerah pelosok-pelosok Nusantara, di ceruk-ceruknya saya jumpai kenyataan yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Sekumpulan Manusia yang hidup jauh dari jangkauan kesejahteraan. Disisi lain, idelogi sebuah kelompok seakan menghalalkan penindasan dan penistaan kelompok lainnya. Aku terpana dengan segala carut marut wajah negeriku. Yang lebih mengiris hati, saya ternyata abai dengan kondisi dimana tempat saya tinggal, Kota Bekasi.

Pilkada Kota Bekasi 2008, adalah titik dimana saya mulai bersentuhan dengan ranah politik. Adalah seorang calon Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, menawarkan sebuah konsep politik kekuasaan yang berlandasan pada falsafah memperjuangkan nasib rakyatnya. Bahwa kebutuhan mendasar bagi masyarakat Kota Bekasi adalah aspek pendidikan dan kesehatan. Mochtar menawarkan Pendidikan dan Kesehatan pendidikan gratis manakala ia terpilih kelak. Saya juga dibuat terpana dengan ide tentang rumusan Bhineka Tunggal Ika yang dengan menjadikan Bekasi sebagai miniaturnya. Keberagaman harus dijaga, perbedaan mesti dirawat untuk menjadi modal dasar membangun negeri, setidaknya dimulai dari Kota Bekasi.Dan bersama-sama kami berjuang untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi, Puji Tuhan Mochtar terpilih menjadi Walikota Bekasi periode 2008-2013.

Semenjak itu, persentuhan saya dengan Mochtar semakin intens.Dari situ saya mulai memahami aspek perjuangan politik memiliki peran yang sangat signifikan untuk merubah sistem keindonesiaan menuju masyarakat yang dicita-citakan. Gayung bersambut, Mochtar seolah membaca perubahan cara pandang saya terhadap politik, dan menawarkan sebuah ruang perjuangan untuk saya geluti, yaitu menjadi calon anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok. Setelah saya renungi dan mempertimbangkan matang-matang untung ruginya. Juga membicarakannya dengan istri dan keluarga besar saya, berdiskusi dengan teman-teman dekat. Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran Mochtar.

Saya memaknai politik bukan tujuan untuk memenuhi hasrat pribadi saya pribadi. Toh, semua sudah saya miliki. Tapi bagi saya politik adalah alat, yang dapat menggerakkan, menghimpun dan mengarahkan kekuatan rakyat ke arah cita-cita besar bersama. Meskipun saya paham betul, bahwa perjuangan itu memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Namun saya sudah membulatkan tekad untuk bertarung dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemenangan, bukan kemenangan saya, tapi kemenangan seluruh rakyar Kota Bekasi dan Depok.

Saya mulai mengumpulkan teman-teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Kami bertemu, berkumpul, merumuskan sebuah strategi gerakan suksesi. Kemudian kami menyepakati Ruko Sun City Bekasi sebagai dapur gerakan, tempat dimana semua ide diramu dan dimasak. Kami mulai dari Kali Malang Untuk Membangun Peradaban. Salam.

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

About Us

Ir. Sukur Nababan. Dilahirkan di daerah Sumatera Utara, berjibaku di Metropolitan bertemu dengan beragam kultur dan budaya, membuat saya tahu bahwa kebhinekaan adalah suatu yang mutlak, Nasionalis. Saya hanya ingin mengabdikan sisa hidup saya untuk rakyat, bersama rakyat kita bangun negeri. Ir. Sukur Nababan, Caleg PDIP untuk DPR RI daerah Pemilihan Bekasi Depok. Mohon Doa Restu.